UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
TUGAS SOFTSKILL
MATA KULIAH :
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET
DOSEN :
IBU LILIS RATNASARI
NAMA : INDAR ARDINIANSYAH
NPM : 18511172
KELAS : 2PA07
KECANDUAN INTERNET (INTERNET
ADDICTION)
Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan
internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti
jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan
lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan
statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara
bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan
himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan
ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang
digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat
elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang
mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka
yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin
kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.
Ditemukan kasus di Amerika dimana
seseorang harus tidak lulus karena tidak pernah menghadiri kelas untuk sibuk
berinternet. Sedangkan untuk kasus didalam negeri sendiri adalah seorang gadis
usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, selama itu gadis tersebut
mengaku tinggal disebuah warnet untuk memainkan game online (sumber: Media Indonesia).
Beberapa bentuk gejala kecanduan ditunjukkan dengan kurangnya
tidur, kelelahan, nilai yang buruk, performa kerja yang menurun, lesu dan
kurangnya fokus. Penderita juga cenderung kurang terlibat dalam aktivitas dan
hubungan sosial. Penderita akan berbohong tentang berapa lama waktu yang mereka
gunakan untuk online dan juga tentang permasalahan-permasalahan yang mereka
tunda karenanya. Dalam keadaan offline mereka menjadi pribadi yang lekas marah
saat ada yang menanyakan berapa lama waktu yang mereka gunakan untuk
berinternet.
Dr Ronald Pies, profesor psikiatri dari SUNY Upstate Medical
University, New York, mengatakan “Kebanyakan dari orang-orang yang kecanduan
internet adalah mereka yang mengalami depresi berat, kecemasan, atau orang yang
tak bisa bersosialisasi sehingga mereka sulit untuk bertemu muka dengan orang
lain secara langsung.” Dari hal tersebut maka diketahui bahwa kecenderungan
kecanduan ini dimiliki oleh mereka yang memiliki gangguan dalam dunia nyata,
sehingga internet merupakan salah satu media ‘pelarian’ mereka.
Ketidakmampuan seseorang dalam mengontol diri untuk terkoneksi
dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya adalah cikal bakal dari
lahirnya bentuk kecanduan ini, bahkan di Amerika Serikat sendiri telah berdiri
panti rehabilitasi untuk menyembuhkan bentuk kecanduan khusus internet.
kebiasaan yang tidak terkendali memang terkadang dapat menimbulkan petaka
tersendiri bagi diri kita, dengan tidak bisa mengatur lamanya durasi
berinternet, menghabiskan waktu dan menghancurkan semua tanggung jawab dalam
kehidupannya.
Internet bukanlah sebuah bencana, sebaliknya, jelas internet
telah membantu proses pencerdasan bangsa, mengubah dunia menjadi sebuah kampung
kecil, dimana jarak dan waktu tidak lagi menghambat penyebaran informasi.
Komunikasi antar manusia, walau jauh jaraknya, kini dengan adanya berbagai
jejaring sosial telah memudahkan interaksi. Internet telah menjadikan dunia
penuh dengan kemajuan, di desa dan di pelosok terdalam sekalipun dapat
mengikuti setiap detik perkembangan dunia, pemerataan informasi dan pengetahuan
semakin dirasakan nyata.
Kembali pada apa yang dilakukan seseorang dalam menggunakan teknologi
ini, apakah bermanfaat atau tidak? apakah baik atau buruk? Perbandingannya,
sebagai contoh, seperti ketika seseorang menghabiskan 24 jam nonstop, online
demi mencari bahan untuk tugas akhir kuliahnya atau informasi bisnis atau
mungkin juga melakukan promosi toko online yang dimilikinya, secara logika hal
tersebut tidaklah ada salahnya, karena jelas pengunaannya bermanfaat sesuai
dengan tujuan dan pekerjaannya. Namun, jika seseorang menghabiskan waktu untuk
online untuk sekedar browsing selama 24 jam nonstop, sekedar saja, sekedar
menonton video porno, sekedar main judi online, sekedar memainkan game online,
sekedar kesenangan tak bermanfaat, kemudian meninggalkan tanggung jawabnya di
dunia non-maya dan tidak memiliki tujuan yang penting dan berarti, maka ini
diindikasikan sebagai gangguan atau sakit.
Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, kebiasaan
berinternet yang sehat adalah dengan menyesuaikan jadwal dan juga kepentingan,
serta tidak melupakan tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing individu.
Walau kini dunia maya selalu saja menghadirkan inovasi-inovasi terbaru, yang
mana memungkinkan mereka yang tidak memiliki depresi berat, kecemasan atau
gangguan sosial untuk ketagihan melakukan kegiatan dalam dunia maya, dengan
demikian kebijaksanaan sebagai pengguna adalah dibutuhkan untuk mengimbanginya.
Banyak sekali manfaat yang telah diberikan internet kepada
manusia, banyak pengetahuan dan juga informasi disini yang dapat meningkatkan
kualitas hidup masyarakat, dengan demikian maka kebijaksanaan seseorang untuk
menggunakan teknologi itu sendiri yang harus terus dikembangkan, sehingga
tujuan awal dari penciptaan teknologi yaitu guna mempermudah dan meningkatkan
kualitas hidup manusia dapat benar-benar terwujud dikemudian hari.
Referensi:
http://ruangpsikologi.com/gangguan-kecanduan-internet
http://www.minddisorders.com/Flu-Inv/Internet-addiction-disorder.html
http://www.psychologytoday.com/articles/199803/trapped-in-the-web
http://allpsych.com/journal/internetaddiction.html
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/04/11040257/kecanduan.internet.ikut.rehabilitasi.saja
http://www.mediaindonesia.com/data/pdf/pagi/2008-12/2008-12-24_17.pdf
http://www.minddisorders.com/Flu-Inv/Internet-addiction-disorder.html
http://www.psychologytoday.com/articles/199803/trapped-in-the-web
http://allpsych.com/journal/internetaddiction.html
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/04/11040257/kecanduan.internet.ikut.rehabilitasi.saja
http://www.mediaindonesia.com/data/pdf/pagi/2008-12/2008-12-24_17.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar