Jumat, 19 Desember 2014

Tugas Softskill




Sistem Informasi Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma

Tugas III (Kelompok 2)

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

I.          Pengertian Dasar Sistem Informasi Manajemen
Istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Menurut Barry E.Cushing dalam Jogiyanto, 2005, sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari manusia dan sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk mengahasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. Sedangkan menurut Gordon B.Davis, 1985, sistem informasi manajemen adalah Suatu serapan teknologi baru kepada persoalan keorganisasian dalam pengolahan transaksi dan pemberian informasi bagi kepentingan keorganisasian.
Ruang lingkup SIM sebenarnya tertuang pada tiga kata pembentuknya, yaitu sistem, informasi, dan manajemen. Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Di dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan barang mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.
Informasi adalah hasil pemprosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang untuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Informasi bagi setiap elemen akan berbeda satu sama lain sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
Sedangkan Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut, yakni manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian atau pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Manajemen terdiri dari proses atau kegiatan yang dilakukan oleh pengelola perusahaan seperti merencanakan (menetapkan strategi, tujuan dan arah tindakan), mengorganisasikan, memprakarsai, mengkoordinir dan mengendalikan operasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

II.        Konsep Sistem Informasi Organisasional
Pengertian Organisasi adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang disusun dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Fungsi dari sistem informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia informasi, atau alat untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat berfungsi untuk menolong end user manajerial membangun senjata yang menggunakan teknologi sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat.
Sistem Informasi Manajemen atau SIM agar informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti karena sistem terlalu banyak data. Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting dan vital dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.Komputer bermanfaat untuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melaksanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.

III.       Peranan Sistem Informasi Manajeman Dalam Pemecahan Masalah
Digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.


Sumber:
Deni Darmawan, 2013, Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Rosda
http://www.geocities.com/agus_lecturer/manajemen/pengertian_manajemen.htm

http://terusbelajar.wordpress.com/2008/08/07/pengertian-teknologi/

Jumat, 31 Oktober 2014

Sistem Informasi Psikologi



Sistem Informasi Psikologi

Fakultas Psikologi

Universitas Gunadarma


Tugas II (Kelompok 2)

Lingkup Data
1.Piranti Data
Suatu sistem basis data memiliki ruang lingkup dalam pengoperasiannya, ruang lingkup ini mendukung sistem basis data untuk bekerja sesuai dengan kebutuhan kita. Perbedaan ruang  lingkup sebuah sistem basis data terlihat jelas melalui arsitektur basis data tersebut.

2. Penyimpanan Sekunder
Penyimpanan sekunder ( secondary storage) adalah sarana penyimpanan yang berada satu tingkat di bawah memori utama sebuah komputer dalam hirarki memori. Tidak seperti memori utama komputer, penyimpanan sekunder tidak memiliki hubungan langsung dengan prosesor melalui bus, sehingga harus melewati M/K.DASD (penyimpanan akses langsung) Cara mengorganisasikan data yang ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Penyimpanan komputer meliputi sejenis penyimpanan sekunder untuk melengkapi penyimpanan primer yang berada di dalam CPU (sentral processing Unit/ Unit Pengolah Sentral). Dua jenis penyimpanan sekunder yang utama adalah berurutan  dan akses langsung.
a.      SASD Penyimpanan berurutan (sequential storage)
adalah suatu organisasi atau penyusunan data pada suatu media penyimpanan yang terdiri dari satu catatan mengikuti catatan lainnya dalam suatu urutan tertentu. Misalnya, catatan pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Bila penyimpanan berurutan yang  digunakan, data pertama harus diolah pertama kali dan kemudian data kedua, dan seterusnya sampai akhir dari dokumen tersebut tercapai. SASD (penyimpanan berurutan) Suatu organisasi / penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari suatu catatan mengikuti satu catatan lain dalam suatu urutan tertentu. Contoh: pita magnetik yg digunakan untuk menyimpan data komputer memiliki bentuk fisik yang sama dengan pita audio.
b.      Penyimpanan akses langsung (direct access storage)
adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Unit perangkat keras yang memungkinkan hal ini disebut media penyimpan akses langsung (direct access storage device/ DASD). DASD memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam media penyimpanan.  Walau beberapa teknologi DASD telah dibuat, dan yang paling popular adalah piringan magnet. DASD dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan dan digunakan sebagai media input Contoh : Magnetik (floppy disk, hard disk). Removeable hard disk (Zip disk, Flash disk). Optical Disk.

3.Pemrosesan data
adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.
a.      Pemrosesan Batch
AdalahpPengumpulan transaksi dan pemrosesan semua sekaligus dalam batch. Kelemahan dari pemrosesan ini manajemen tidak selalu memiliki informasi mutakhir yang menggambarkan sistem fisik. Tujuan dari sistem ini adalah memperbarui tiga file master – persediaan, piutang, dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka secara harian, yang disebut siklus harian.
b.      Pemrosesan Online
Adalah pengolahan transaksi satu per satu, kadang saat terjadinya transaksi, karena pengolahan online berorientasi transaksi. Pengolahan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetic.
c.       Sistem Real Time
Adalah sistem yang mengendalikan sistem fisik, dimana sistem ini mengharuskan komputer berespon cepat pada sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari sistem online. Sistem online menyediakan sumber daya konseptual tersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik.


Sumber:
books.google.com/books?isbn=9790251041

Senin, 13 Oktober 2014

TUGAS I SOFTSKILL SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI



Nama  : Indar Ardiniansyah
NPM   : 18511172
Kelas  : 4PA07
Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma

TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

DEFINISI ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

Definisi Arsitektur Komputer

            Arsitektur komputer (Syahrul, 2010), adalah sebuah sains (ilmu) untuk tujuan perancangan sistem komputer. Tujuan seorang arsitek komputer adalah merancang sebuah sistem dengan kinerja yang tinggi dengan biaya yang layak, memenuhi semua pesyaratan-persyaratan lainnya. Arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada sistem komputer yang dibutuhkan oleh seorang pemrogram bahasa mesin atau seorang perancang software sistem untuk mengembangkan suatu program.

            Arsitektur komputer dapat didefinisikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Arsitek komputer ini juga mengandung tiga sub kategori yang terdiri dari set instruksi (ISA), arsitektur mikro dari ISA, dan sistem desain dari komponen dalam perangkat keras komputer ini. Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer.

            Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing-masing bagian akan lebih difokuskan terutama mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).

Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll. Arsitektur komputer mempelajari atribut-atribut sitem komputer yang terkait dengan seorang programmer, contohnya set instruksi, teknik pengalamatan.

            Arsitektur komputer dapat juga didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni cara mengenai interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja dan target biayanya.
           
            Ada sejumlah tingkatan dalam konstruksi dan organisasi sistem komputer antara lain:
1.         Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer
                                    Pada tingkat ini hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layer” software ditambahkan. Software tersebut ada di atas Hardware, meggunakannya dan mengontrolnya. Hardware ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software.
2.         Multilayerd Machine
                                    Tingkat dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayerd machine” yang terdiri dari beberapa layer hardware.
            Berikut tingkatan layer tersebut:
            a.          Physical Device Layer
                                    Merupakan komponen elektrik dan elektronik yang sangat penting
            b.         Digital Logic Layer
                                    Elemen pada tingkatan ini dapat menyimpan, memanipulasi, dan mentransmisi                   data dalam bentuk representasi biner sederhana.
            c.          Microprogrammed Layer
                                    Menginterpretasikan instruksi bahasa mesin dari layar mesin dan secara                   langsung menyebabkan elemen logika digital menjalankan operasi yang dikehendaki dan sebagai prosesor inner yang sangat mendasar dan dikendalikan oleh instruksi program kontrol primitifnya sendiri yang disangga dalam ROM innernya sendiri. Instruksi program ini disebut mikrokode dan program kontrolnya disebut mikroproram.
           d.          Machine Layer
                        Adalah tingkatan yang paling bawah dimana program dapat dituliskan dan memang hanya instruksi bahasa mesin yang dapat di interprestasikan secara langsung oleh hardware.
           e.          Operating System Layer
                        Mengontrol semua cara yang dilakukan oleh software dalam menggunakan hardware yang mendasari (underlying) dan juga menyembunyikan kompleksitas hardware dari software lain dengan cara memberikan fasilitasnya sendiri yang memungkinkan software menggunakan hardware tersebut secara lebih mudah.
           f.          Higher Order Software Layer
                                    Mencakup semua program dalam bahasa selain bahasa mesin yang memerlukan penerjemahan ke dalam kode mesin sebelum mereka dapat dijalankan. Ketika diterjemahkan program seperti itu akan mengandalkan pada fasilitas sistem operasi yang mendasari maupun instruksi-instruksi mesin mereka sendiri.
           g.          Applications Layer
                                    Adalah bahasa komputer seperti yang dilihat oleh end user.

               Pada tahun 1966, Flyyn mengklasifikasikan arsitektur komputer berdasarkan sifatnya, yaitu:     
1.         Jumlah prosesor
2.         Jumlah program yang dapat dijalankan
3.         Struktur memori
Menurut Flyyn ada 4 (empat) klasifikasi komputer:
1.         SISD (Single instruction Stream, Single Data Stream)
            Satu CPU yang mengeksekusi instruksi satu persatu dan menjemput atau menyimpan         data satu persatu.
2.         SIMD (Single Instruction Stream, Multiple Data Stream)
            Satu unit kontrol yang mengeksekusi aliran tunggal instruksi, tetapi lebih dari satu elemen pemroses.
3.         MISD (Multiple Instruction Stream, Single Data Stream)
            Mengeksekusi beberapa program yang berbeda terhadap data yang sama.
            Ada dua kategori:
-          Mesin dengan unit pemroses berbeda dengan instruksi yang berbeda dengan data yang sama (samapai sekarang tidak ada mesin yang seperti ini).
-          Mesin, dimana data akan mengalir ke elemen pemroses serial.
4.         MIMD (Multiple Instruction Stream, Multiple Data Stream)
            Juga disebut multiprosesors, dimana lebih dari satu proses dapat dieksekusi berikut            terhadap dengan datanya masing-masing.

Strukur Kognisi Manusia
Di bawah ini adalah definisi kognitif menurut beberapa ahli:
1.         Menurut Drever (Kuper &Kuper, 2000) disebutkan bahwa kognisi adalah istilah     umum yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi,           penangkapan makna, penilaian dan penalaran.
2.         Menurut Chaplin (2002), dikatakan bahwa kognisi adalah konsep umum yang        mencakup semua bentuk mengenal, termasuk didalamnya mengamati, melihat,           memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga    dan menilai.
3.         Menurut Santoso (2009), bakat kognitif manusia mencakup berbagai kemampuan   yang luas. Perancangan interaksi harus mempertimbangkan berbagai faktor kognitif,             lingkungan komputasi mempengaruhi daya penalaran seseorang. Perancang sistem           komputer harus memperhatikan berbagai isu yang menyangkut adanya perbedaan        dinamila kognitif dan lingkungan.
           
            Dari berbagai pengertian yang telah disampaikan diatas dapat difahami bahwa kognitif adalah sebuah istilah yang dipergunakan psikolog untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhungan dengan persepsi, pikiran, ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan masa depan, atau semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menilai dan memikirkan lingkungannya.

Hubungan Arsitektur Komputer dengan Struktur Kognisi Manusia

            Zaman sekarang siapa yang tidak mengenal komputer? Anak-anak usia dini pun mereka sudah mengenal computer apalagi remaja bahkan orang-orang dewasa. Komputer dibuat oleh manusia dalam memproses dan menyimpan data mereka dalam ukuranyang besar. Cara kerja computer sendiri diadopsi dari system kognisi manusia yaitu pemrosesan informasi. Ilmu kognisi melihat bagaimana pikiran memproses informasi dan mendapat pengetahuan pengolahan informasidalam pikiran kita. Arsitektur komputerisasi memungkinkan kita untuk membangun interface computer dengan nilai aksebilitas dan kegunaannya serta membantu merancang perangkat elektronik dan lainnya yang lebih user friendly.


Sumber:
Santoso (2009), interaksi manusia dengan komputer edisi 2, Yogyakarta:Penerbit Andi
Syahrul (2010), organisai dan arsitektur komputer, Yogyakarta: CV Andi Offset
http://id. Wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer
http://www.gudangmateri.com/2009/07/arsitektur-dan-organisasi-komputer-html