Sistem Informasi Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma
Tugas IV (Kelompok 2)
- Artificial Intelligence dan Sistem Pakai
Generasi
komputer atau ilmuwan kognisi saat ini lebih optimis dengan kemampuan sebuah
mesin untuk memancing fungsi neuron. Salahsatu perubahan terbaru dari
perseptron adalah konsepnya. Ketimbang menganggap otak komputer sebagai alat
input atau output saja, para ilmuwan menambahkan lapisan ketiga, yang disebut
lapisan tersembunyi. Lapisan tersembunyi ini menanggapi neuron didalam otak,
yang berhubungan dengan input dan output, tetapi tentunya dengan menghubungkan
jalinan yang satu dengan neuron yang lain. Model ini lebih mewakili otak
manusia dan mampu menyaingi koneksi sementara.
Kebanyakan
topik dan terutama yang terpenting berhubungan dengan masalah arsitektur komputer
dan otak. Bagaimanapun juga komputer tetap tidak bisa menampilkan fungsi
seperti manusia; komputer dan otak tidak identik. Pada beberapa hal, komputer melakukan
sesuatu lebih baik dari otak, tetapi pada beberapa hal lain komputer lebih
buruk dari otak.
Perbedaan
ini terlihat dari beberapa domain, tapi sebuah domain yang biasanya bermasalah
adalah bagian identifikasi objek tiga dimensi. Mata kita, sensor dua dimensi,
secara siap dan tepat akan mentrasmisi sinyal yang kemudian diartikan sebagai
tiga dimensi. Bahkan dengan ‘perangkat basah’ system syaraf yang bekerja
lambat, perubahan konstan pada lokasi objek yang kita lihat, dan penyesuaian
ukuran, sistem tanggapan kita mampu bekerja cukup sempurna. Komputer masih
belum sebaik itu, meskipun tingkatan transmisinya jutaan kali lebih cepat dari
transmisi nneuron.
Salahsatu
alasan perbedaannya adalah bahwa computer biasanya memproses informasi secara
bersusun, menggunakan sebuah model proses
yang berurutan, sementara biasanya otak memproses informasi secara parallel.
Beberapa ilmuwan AI sudah mulai mencari pemecahan atas perbedaan arsitektur otak
dan komputer demi memecahkan masalah perbedaan fungsi tadi. Salah seorang
ilmuwan tersebut adalah W. Daniel Hillis yang sudah mengembangkan sebuah ‘mesin
koneksi’, yang memecahkan masalah dengan menjabarkan sekaligus memprosesnya
secara parallel, sebuah model proses parallel. Sekeping masalah kecil ini
kemudian didistribusikan untuk memisahkan area jaringan proses komputer. Hal
ini berlawanan dengan kelas komputer Von Neumann, yang memiliki satu prosesor
sentral yang mempu memproses informasi secara bertahap. Pada mesin koneksi Hillis,
65.536 (sebuah bilangan prima dalam kode biner) prosesor tersedia untuk
memcahkan sebuah masalah, memungkinkannya untuk terbagi menjadi bagian-bagian
kecil yang berproses secara berkesinambungan. Meskipun setiap prosesor tidak
sekuat PC (komputer pribadi) yang digunakan dalam mempersiapkan manuskrip ini,
ketika ke 65.536 prosesor tadi bergabung dan bekerja secara tepat, mereka bisa memproses
beberapa juta instruksi per detik. Mesin ini sangat menakjubkan, baik secara
konsep maupun fungsinya.
- Penggunaan AI sebagai expert system untuk mendukung system pengambilan keputusan (SPK)
Sistem
yang berkinerja seperti seorang ahli disebut dengan sistem pakar. Pada
dasarnya, sebuah system pakar adalah spesialis tiruan yang memecahkan masalah
yang termasuk dalam keahliannya. Sistem pakar telah dirancang untuk memecahkan
masalah dalam bidang kedokteran, hukum, aerodinamis, catur dan hal-hal rutin
yang sangat banyak yang biasanya membosankan kita, atau bahkan beberapa kasus yang
sulit dipecahkan manusia. Sistem ini mengikuti aturan-aturan yang telah ada,
yang seringkali menggunakan pohon keputusan, tetapi bagamanapun system ini
hanya biasa ‘memikirkan’satu hal saja. Sistem pakar dalam bidang kesehatan
mungkin tidak bisa melihat isi dari sebuah lubang di lantai, tetapi ia bisa membuat
diagnosis yang akurat dan masuk akal pada seorang gadis berumur 13 tahun yang
sedang demam tinggi, sakit perut, dan konsentrasi menyimpang terkait korpuskel
putih. Ada sebuah program yang secara sinis di sebut Puff, yang adalah sebuah
sistem ahli yang dirancang untuk mendiagnosa kelainan paru-paru, seperti kanker
paru-paru, dan berhasil mencapai keakuratan sebesar 89% mendekati keakuratan
seorang dokter berpengalaman. Sistem ini memang selama ini dikenal dalam bidang
industry, militer, dan eksplorasi luar angkasa. Mereka cukup baik dalam
menjalankan tugas yang memang dirancang untuk mereka kerjakan. Lebih
menyenangkan lagi karena mereka tidak mengenal pemogokan daan menuntut gaji
lebih, tidak keberatan jika harus bekerja tanpa henti, dan tidak meminta
fasilitas kesejahteraan hidup.
Ada
beberapa contoh dari aplikasi sistem pakar (yang berhubungan dengan psikologi),
antara lain :
1.
ELIZA
Eliza
adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah
program computer terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum (1967) di MIT.
Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan
seorang terapis. Berikut ini adalah contoh percakapan antara Eliza dengan
seorang klien:
Eliza:
Hello. I am ELIZA. How can I help you? (Halo. Saya ELIZA. Bagaimana saya dapat
membantu anda?)
Klien:
My name is Kuncoro. (Nama saya adalah Kuncoro.)
Eliza:
I have told you before, I do not care about names. (Saya sudah memberitahukan
pada anda sebelumnya, saya tidak peduli tentang nama.
Klien:
I don’t have any money. That’s my problem. (Saya tidak mempunyai uang. Itu
adalah masalah saya.)
Eliza:
Why do you say your problem? (Mengapa anda mengatakan masalah anda?)
Klien:
Because you asked me. (Sebab kamu bertanya pada saya.)
Eliza:
Do any other reasons not come to mind? Adakah alasan lain di pikiran anda?)
Klien:
No.(Tidak ada.)
Eliza:
You are being a bit negative. (Kamu sedang sedikit kurang baik.)
Klien:
Why? (Mengapa?)
Eliza:
Please go on. (Silahkan lanjutkan.)
Klien:
OK. I am bankrupt. (OK. Saya sedang bangkrut.)
Eliza:
How long have you been bankrupt? (Berapa lama Anda telah bangkrut?)
Klien:
A year. (Satu tahun.)
Eliza:
Please go on. (Silahkan lanjutkan.)
Klien:
So, what should I do? (Maka, apa yang seharusnya saya lakukan?)
Eliza:
Does that question interest you? (Apakah pertanyaan itu menarik perhatian bagi
anda?)
Klien:
Yes, how can I make big money? (Ya, bagaimana saya dapat memperoleh uang
banyak?)
Eliza:
You are sure? (Anda yakin?)
Klien:
Of course I’m sure. (Tentu saja Saya yakin.)
2.
PARRY
Parry
adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University
oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid.
Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang
menginterviunya.
Psikiater:
Why are you in the hospital? ( Mengapa anda berada di rumah sakit ini?)
Parry:
I shouldn’t be here. (Saya tidak seharusnya berada disini)
Psikiater:
Who brought you here? (Siapa yang membawa anda kemari?)
Parry:
The police. (Polisi)
Psikiater:
What trouble did you have with the police? (Masalah apa yang membuat anda
berurusan dengan polisi?)
Parry:
Cops don’t do their job. ( Polisi tidak melaksanakan tugas mereka)
Psikiater:
What do they do instead? (Lantas, apa yang mereka lakukan?)
Parry:
Cops arrest the wrong people. ( Polisi menangkap orang yang salah)
Psikiater:
They arrest the right ones sometimes ( Terkadang mereka menangkap orang yang
benar)
Parry:
The law should get those Italian crooks. (Hukum harus menangkap penjahat
Italia)
Psikiater:
Are you Italian? ( Apakah anda orang Italia?)
Parry:
My background is British but I was born in this country. ( Saya orang Inggris
tapi saya lahir di Negara ini)
Psikiater:
Do you know any Italian crooks? (Apakah anda mengenal penjahat Italia?)
Parry:
I try to avoid the underworld. (Saya berusaha menghindari dunia penjahat.)
3.
NETTalk
NETTalk
merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Terrence Sejnowski dan Charles
Rosenberg (1987) yang melakukan konversi teks bahasa Inggris menjadi suara
bicara manusia. Pembuatan NETTalk dimaksudkan untuk membangun model sederhana
yang dapat menjelaskan kompleksitas tugas dari tingkat kognisi manusia.
Sistem
ini bisa belajar membaca dengan bunyi keras. Stimulinya berupa rangkaian huruf
tercetak, yang tersusun 26 abjad ditambah spasi. Responnya berupa bunyi yang
menyerupai penuturan, terbentuk dari 55 fonem (bunyi ucapan) yang ada pada
Abjad Fonetik Internasional. Pembuatan NETTalk dimaksudkan untuk membangun
model sederhana yang dapat menjelaskan kompleksitas tugas dari tingkat kognisi
manusia.
Sumber
:
Solso, Robert L, dkk. (2009). Psikologi Kognitif.
Jakarta : Erlangga.
Hartono,
J. (2005). Pengenalan Komputer.
Jogjakarta : Penerbit Andi
http://www.scribd.com/doc/51914629/artificial-intelligence-dan-sistem-pakar
Diakses tanggal 12 Januari 2014