Minggu, 04 Mei 2014

Tugas II Softskill Psikoterapi



TUGAS II PSIKOTERAPI

NAMA    : INDAR ARDINIANSYAH
NPM       : 18511172
KELAS     : 3PA07

Perbedaan Antara Konseling dan Psikoterapi
Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan bahwa:
  1. Konseling ditandai oleh adanya terminology seperti: “educational, vocational. Supportive, situasional, problem solving, conscious awareness, normal, present-time dan short-term”.
  2. Sedangkan psikoterapi ditandai oleh: “supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and other severe emotional problems and long-term”.
Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson & Rudolph (1983), sebagai berikut :
Konseling
Psikoterapi

Klien   
Pasien
Gangguan yang kurang serius
Gangguan yang serius

Masalah: jabatan, pendidikan
Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
Berhubungan dengan pencegahan
Berhubungan dengan pencegahan
Lingkungan pendidikan dan non  medis
 Lingkungan medis
Berhubungan dengan kesadaran       
Berhubungan dengan ketidaksadaran
Metode pendidikan
Metode penyembuhan

TABEL TUJUAN-TUJUAN TERAPI
Terapi Psikoanalitik
: Membuat hal-hal yang tidak didasari menjadi didasari. Merekonstruksi
  kepribadian dasar. Membantu klien dalam menghidupkan kembali
  pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak dini dengan menembus
  konflik-konflikyang direpresi. Kesadaran intelektual.

Terapi Eksistensial Humanistik
: Menyajikan kondisi-kondisi untuk memaksimalkan kesadaran diri dan
  pertumbuhan. Menghapus penghambat-penghambat aktualitasasi
  potensi pribadi. Membatu klien menemukan dan menggunakan
  kebebasanmemilih dengan memperluas kesadaran diri. Membantu
  klien agar bebas dan bertanggung jawab atas arah kehidupannya
  sendiri.

Terapi Client-Centered
: Menyediakan suatu iklim yang aman dan kondusif bagi eksplorasi diri
  klien sehingga ia mampu menyadari penghambat-penghambat
  pertumbuhan dan aspek-aspek pengalaman diri yang sebelumnya
  diingkari atau didisiorsinya. Membantu klien agar mampu bergerak ke
  arah keterbukaan terhadap pengalaman serta meningkatkan
  spontanitas dan persaan hidup.

Terapi Gestalt
: Membuat klien untuk memperoleh kesadaran atas pengalaman dari
  saat ke saatnya. Menentang klien agar menerima tanggung jawab atas
  pengambilan dukungan internal alih-alih dukungan eksternal.

Analisis Transaksional
: Membatu klien agar bebas dari skenario, bebas dari permainan,
  menjadi pribadi yang otonom yang sanggup memilih ingin menjadi apa
  dirinya. Membantu klien dalam menguji putusan-putusan dini dan
  membuat putusan-putusan baru berlandaskan kesadaran.

Terapi Tingkah laku
: Menghapus pola-pola tingkah laku selain yang maladaptive dan
  membantu klien dalam mempelajari pola-pola tingkah laku yang
  konstruktif. Mengubah tingkah laku. Tujuan-tujuan spesifik dipilih oleh
  klien. Tujuan-tujuan yang luas dipecah ke dalam subtujuan-subtujuan
  yang tepat.

Terapi Rasional-Emotif
: Menghapus pandangan hidup klien yang mengalahkan diri dan
  membantu klien dalam memperoleh pandangan hidup yang lebih
  toleran dan rasional.

Terapi Realitas
: Membimbing klien ke arah mempelajari tingkah laku yang realistis dan
  Bertanggung jawab serta mengembangkan “identitas keberhasilan”.
  Membantu klien dalam membuat pertimbangan-pertimbangan nilai
  tentang tingkah lakunya sendiri dan dalam merencanakan tindakan
  bagi perubahan.


Sumber :
Gerald, Corey. (2013). Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung: Penerbit PT Refika Aditama           
http://books.google.co.id/books?id=-vjvjGDxJi4C&pg=PA85&lpg=PA85&dq=perbedaan+konseling+dan+psikoterapi&source=bl&ots=nxjsIdW13l&sig=XL1QNGSfjhb8KlLeTY1kY3nzqfY&hl=id&sa=X&ei=ESZmU-fuH4GHrAeLrYHgDA&redir_esc=y#v=onepage&q=perbedaan%20konseling%20dan%20psikoterapi&f=false