FINAL
SOFTSKILL PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET
I.
PENELITIAN PSIKOLOGI & INTERNET
a. Publikasi
Online
Publikasi
Secara terminologi, publikasi berarti
penyiaran, pengumuman atau penerbitan. Istilah publikasi dapat di artikan
pengumuman tentang suatu hal yang disiarkan lewat media elektronik dan atau di
terbitkan di media cetak. Mempublikasikan adalah membuat konten yang di
peruntukkan bagi publik atau umum. Sementara penggunaan yang lebih spesifik
dapat bervariasi di masing-masing Negara, biasanya di terapkan untuk teks,
gambar, atau konten audio visual lainnya di media apapun, termasuk kertas
(seperti surat kabar, majalah, catalog, dll) atau bentuk penerbitan elektronik
seperti situs, buku internet, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti tindakan
penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.
Publikasi adalah sebuah istilah teknis dalam
konteks hukum dan utama dalam hukum hak cipta. Seorang penulis umumnya adalah
pemilik awal dari suatu hak cipta bagi pekerjaannya. Suatu hak cipta di berikan
bagi penulis atas karyanya, di mana hal itu merupakan hak ekslusif yang di
berikan untuk mempublikasikan hasil karyanya.
Online
Online adalah terhubung, terkoneksi, aktif
dan siap unutk operasi, dapat berkomunikasi dengan atau di kontrol oleh
komputer. Online juga bisa di artikan sebagai suatu keadaan dimana sebuah
device (komputer) terhubung dengan device lain, biasanya melalui modem.
Dapat di simpulkan bahwa, Online adalah
sedang suatu keadaan di mana sebuah device (computer) terhubung dalam jaringan,
satu perangkat dengan perangkat lainnyayang terhubung, sehingga bisa saling
berkomunikasi.
Publikasi
Online
Keberadaan website tidak ada gunanya din
bangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengunjung internet.
Karena efektif tidaknya situs sangat tertgantung dari besarnya pengunjung dan
komentar yang msuk. Untuk mmemperkenalkan situs kepada masyarakat memerlukan
apa yang di sebut publikasi atau promosi. Publikasi situs di masyarakat dapat
dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan famlet-famlet, selebaran baliho,
kartu nama dan lain sebagainya tetapi cara ini bisa dikatakan masih kurang
efektif dan sangat terbatas. Cara yang biasa dilakukan dan paling efektif
dengan tak terbatas ruang atau waktu adalah publikasi langsung di internet
melalui search engine-search engine (mesin pencari, seperti: Yahoo, Google,
MSN, Search Indonesia, dsb)
Cara publikasi di search engine ada yang
gratis dan ada pula yang membayar. Yang gratis biasanya terbatas dan cukup lama
untuk bisa masuk dan di mkenali di search engine seperti Yahoo atau Google.
Cara efektif publikasi adalah dengan membayar, walaupun harus sedikit
mengeluarkan akan tetapi situs cepat masukm ke search engine dan di kenal oleh
pengunjung.
Sumber :
b. Etika Dalam
Penelitian Dengan Bantuan Internet
Etika dalam bahasa Yunani Kuno adalah
“ethikos” yang berarti “timbul dari kebiasan”yaitu sebuah sesuatu di mana dan
bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang
menjadi studi mengenai standard an penilaian moral. Etika mencakup nanalisis
dan penerapan konsep seperi benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab.
Etikadi mulai bila manusia mereflesikan unsur-unsur etis dalam
pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan reflesi itu akan kita rasakan,
antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat
orang lain. Untuk itu di perlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang
seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai
perbuatan dapat di katakana sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis,
metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan
suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.
Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku
manusia, etika memiiki sudut pandang normative. Maksudnya etika melihat dari
sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Dalam melakukan sebuah penelitian percobaan,
terdapat etika dan aturan- aturan yang harus diperhatikan oleh sang peneliti
karena menyangkut kebebasan dan hak asasi subyek penelitian. Berikuy ini adalah
etika penelitian percobaan :
- Kebebasan bagi publik untuk mengakses hasil penelitian
- Menjaga kerahasiaan (privacy) subyek penelitian
- Mengirimkan hasil penelitian kepada subjek
- Mengirimkan hal subjek dan meminta persetujuan terlebih dahulu untuk kesediaan menjadi subjek penelitian, dengan memberitahukan konsekuensi yang muncul dalam penelitian.
- Memberitahukan secara jujur dan jelas kepada subjek tentang prosedur penelitian yang telah di lakukan. Hal ini di lakukan setelah penelitian percobaan (eksperimen) selesai di lakukan.
- Memberikan terapi atau bantuan pemulihan kepada subjekyang mangalami akibat negative, baik secara fisik atau psikis dari penelitian sampai kembali sehat seperti semula.
- Penelitian yang melibatkan binatang harus memperhatikan akibat negative yang mungkin di alami binatang, seperti indera melemah, menyendiri, serta memar atau luka fisik.
Sumber:
3. JURNAL
PENELITIAN TENTANG PSIKOLOGI
Saya merangkum dan membahas jurnal penelitian psikologi
tentang:
Ketika Anak Lebih Suka Reality Show Daripada Dunia Nyata
Generasi
muda pada zaman ini adalah anak-anak yang dibesarkan oleh televisi. Mereka
hadir ke dunia di mana TV telah dicoret dari daftar barang mewah dan dianggap
sebagai kebutuhan primer. Mereka tumbuh ketika stasiun-stasiun TV swasta yang
berorientasi komersial mulai bermunculan. Kini mereka bisa memilih lebih dari
tujuh saluran TV lokal dan puluhan saluran TV internasional; kebanyakan di
antaranya menyediakan tayangan selama 24 jam penuh tanpa hari libur. Jenis
acara yang ditampilkan pun tak kalah banyaknya, mulai dari yang informatif
hingga yang manipulatif. Semuanya dapat diakses dalam sekejap hanya dengan satu
sentuhan pada tombol remote
control.
Dengan
segala daya tarik yang ditawarkan dari kotak kecil tersebut, tentu muncul kekhawatiran
dari para orang tua mengenai efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh paparan
terhadap media baru ini. Sebagian dari kekhawatiran tersebut hanyalah sebentuk
paranoia dari generasi yang merasa terasingkan, tapi sebagian lagi benar-benar
nyata. Simak temuan berikut mengenai dampak dari menonton TV pada usia sangat
muda.
Seperti yang dilaporkan oleh Yahoo! News,
sebuah penelitian mengenai masalah ini baru dipublikasikan oleh jurnal
internasional Pediatrics. Survei
yang dilakukan oleh Carl Landhuis dari University of Otago di Dunedin ini
bersifat jangka panjang, melibatkan lebih dari 1000 anak di Selandia Baru yang
lahir antara April 1972 hingga Maret 1973. Landhuis mendapati bahwa anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan,
yang menonton TV lebih dari dua jam sehari akan memiliki gejala-gejala
konsentrasi bermasalah 40 persen lebih banyak ketika mereka berusia remaja.
Tidak terkaitnya jumlah waktu yang dihabiskan para remaja ini di depan TV juga
menunjukkan kemungkinan bahwa efek negatif dari menonton TV pada anak sifatnya
permanen.
Ada
beberapa kemungkinan yang dikemukakan Landhuis yang bisa menjelaskan hubungan
ini. Yang pertama, pergerakan adegan yang cepat pada kebanyakan program TV
terlalu intens menstimulasi otak anak yang masih dalam masa perkembangan.
Akibatnya, anak menjadi lebih cepat bosan pada aktivitas kehidupan nyata yang
rutin atau ritmenya lebih lambat, misalnya mengerjakan tugas sekolah.
Kemungkinan yang kedua adalah kurangnya unsur keterlibatan aktif dalam menonton
TV yang mengkondisikan anak untuk memiliki pola pikir yang serupa pada kegiatan
lain yang membutuhkan keterlibatan mental, seperti membaca dan olahraga.
Memang
penelitian ini belum benar-benar bisa menentukan arah hubungan sebab-akibat
yang pasti antara waktu menonton TV dengan masalah konsentrasi. Menurut
Landhuis, selain kemungkinan bahwa durasi menonton TV menyebabkan masalah
konsentrasi, bisa saja yang terjadi sebaliknya: anak yang sejak semula sudah
rentan memiliki masalah konsentrasi memang lebih suka menonton TV daripada
melakukan hal lain. Tapi bagaimanapun juga, hubungan antara keduanya tetap
benar-benar nyata dan harus diwaspadai oleh kita semua yang peduli pada
perkembangan anak.
Sumber
:
II. DAMPAK
POSITIF DAN NEGATIF BERMAIN GAME ONLINE
DAMPAK POSITIF
GAME ONLINE
Saya sudah memainkan game online selama 3
hari, banyak hal-hal yang dapat saya pelajari baik yang positif maupun negatif.
Dampak positif dalam bermain game online ini yaitu dampak yang dapat di katakan
memberikan manfaat atau pengaruh baik
baik pengunanya. Dampak positif Game Online bisa sebagai berikut:
- Hiburan. Dengan memanfaatkan sebuah permainan bis untuk mencoba mengurangi stress akibat aktivitas yang telah kita lalui/ untuk menhilangkan kebosanan mengenai kegiatan yang itu-itu saja.
- Bisa untuk anjang melatih konsentrasi (misalnya dalam game-game action di butuhkan konsentrasi saat menembak, sembunyi ataupun lari). Tentunya geme yang baik.
- Ajang menambah kawan. Dengan bermain game online (game online yang berhubungan dengan user lainnya) bisa menambah teman di dunia maya. Saling tegur sapa dan bisa untuk menjalin tali silaturahmi (misalnya bertukar link facebook, twitter, dll), walaupun itu lawan di game online, namun nantinya bisa jadi kawan di dunia internet lainnya (misal facebook/ jejaring sosial lainnya).
DAMPAK NEGATIF
GAME ONLINE
Selain dampak positif game online ada juga
dampak negatif dari game online, yaitu dampak yang kurang baik bagi para
pengguna game online tersebut. Seperti :
- Tidak kenal waktu/ Lupa waktu. Kebanyakan dari para gammer yang sudah hobi dalam memainkan game-game online yang ada sering kelupaan waktu untuk rutinitas kegiatan lainnya. Misal, lupa waktu makan, lupa belajar, melupakan kewajiban-kewajiban.
- Pemborosan. Mengapa kok pemborosan? Ya, karena bagi anak-anak yang memainkan game online belum bekerja akan terjadinya pemborosan yaitu dengan bermain game online di warnet
- Lupa Kewajiban. Ini masih berkaitan dengan point 1. Karena banyak dari pemain game online ini masih berusia anak-anak hingga remaja/ pelajar merupakan kewajibannya yaitu belajar. Dengan sering bermain game online, dampak buruknya yaitu waktu belajar yang berkurang, terutama bagi yang suka begadang hingga lupa sholat bagi yang beragama Islam.