Senin, 12 Januari 2015

Tugas Softskill

Sistem Informasi Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma
Tugas IV (Kelompok 2)
 
 
  1. Artificial Intelligence dan Sistem Pakai
Generasi komputer atau ilmuwan kognisi saat ini lebih optimis dengan kemampuan sebuah mesin untuk memancing fungsi neuron. Salahsatu perubahan terbaru dari perseptron adalah konsepnya. Ketimbang menganggap otak komputer sebagai alat input atau output saja, para ilmuwan menambahkan lapisan ketiga, yang disebut lapisan tersembunyi. Lapisan tersembunyi ini menanggapi neuron didalam otak, yang berhubungan dengan input dan output, tetapi tentunya dengan menghubungkan jalinan yang satu dengan neuron yang lain. Model ini lebih mewakili otak manusia dan mampu menyaingi koneksi sementara.
Kebanyakan topik dan terutama yang terpenting berhubungan dengan masalah arsitektur komputer dan otak. Bagaimanapun juga komputer tetap tidak bisa menampilkan fungsi seperti manusia; komputer dan otak tidak identik. Pada beberapa hal, komputer melakukan sesuatu lebih baik dari otak, tetapi pada beberapa hal lain komputer lebih buruk dari otak.
Perbedaan ini terlihat dari beberapa domain, tapi sebuah domain yang biasanya bermasalah adalah bagian identifikasi objek tiga dimensi. Mata kita, sensor dua dimensi, secara siap dan tepat akan mentrasmisi sinyal yang kemudian diartikan sebagai tiga dimensi. Bahkan dengan ‘perangkat basah’ system syaraf yang bekerja lambat, perubahan konstan pada lokasi objek yang kita lihat, dan penyesuaian ukuran, sistem tanggapan kita mampu bekerja cukup sempurna. Komputer masih belum sebaik itu, meskipun tingkatan transmisinya jutaan kali lebih cepat dari transmisi nneuron.
Salahsatu alasan perbedaannya adalah bahwa computer biasanya memproses informasi secara bersusun, menggunakan sebuah model proses yang berurutan, sementara biasanya otak memproses informasi secara parallel. Beberapa ilmuwan AI sudah mulai mencari pemecahan atas perbedaan arsitektur otak dan komputer demi memecahkan masalah perbedaan fungsi tadi. Salah seorang ilmuwan tersebut adalah W. Daniel Hillis yang sudah mengembangkan sebuah ‘mesin koneksi’, yang memecahkan masalah dengan menjabarkan sekaligus memprosesnya secara parallel, sebuah model proses parallel. Sekeping masalah kecil ini kemudian didistribusikan untuk memisahkan area jaringan proses komputer. Hal ini berlawanan dengan kelas komputer Von Neumann, yang memiliki satu prosesor sentral yang mempu memproses informasi secara bertahap. Pada mesin koneksi Hillis, 65.536 (sebuah bilangan prima dalam kode biner) prosesor tersedia untuk memcahkan sebuah masalah, memungkinkannya untuk terbagi menjadi bagian-bagian kecil yang berproses secara berkesinambungan. Meskipun setiap prosesor tidak sekuat PC (komputer pribadi) yang digunakan dalam mempersiapkan manuskrip ini, ketika ke 65.536 prosesor tadi bergabung dan bekerja secara tepat, mereka bisa memproses beberapa juta instruksi per detik. Mesin ini sangat menakjubkan, baik secara konsep maupun fungsinya.

  1. Penggunaan AI sebagai expert system untuk mendukung system pengambilan keputusan (SPK)
Sistem yang berkinerja seperti seorang ahli disebut dengan sistem pakar. Pada dasarnya, sebuah system pakar adalah spesialis tiruan yang memecahkan masalah yang termasuk dalam keahliannya. Sistem pakar telah dirancang untuk memecahkan masalah dalam bidang kedokteran, hukum, aerodinamis, catur dan hal-hal rutin yang sangat banyak yang biasanya membosankan kita, atau bahkan beberapa kasus yang sulit dipecahkan manusia. Sistem ini mengikuti aturan-aturan yang telah ada, yang seringkali menggunakan pohon keputusan, tetapi bagamanapun system ini hanya biasa ‘memikirkan’satu hal saja. Sistem pakar dalam bidang kesehatan mungkin tidak bisa melihat isi dari sebuah lubang di lantai, tetapi ia bisa membuat diagnosis yang akurat dan masuk akal pada seorang gadis berumur 13 tahun yang sedang demam tinggi, sakit perut, dan konsentrasi menyimpang terkait korpuskel putih. Ada sebuah program yang secara sinis di sebut Puff, yang adalah sebuah sistem ahli yang dirancang untuk mendiagnosa kelainan paru-paru, seperti kanker paru-paru, dan berhasil mencapai keakuratan sebesar 89% mendekati keakuratan seorang dokter berpengalaman. Sistem ini memang selama ini dikenal dalam bidang industry, militer, dan eksplorasi luar angkasa. Mereka cukup baik dalam menjalankan tugas yang memang dirancang untuk mereka kerjakan. Lebih menyenangkan lagi karena mereka tidak mengenal pemogokan daan menuntut gaji lebih, tidak keberatan jika harus bekerja tanpa henti, dan tidak meminta fasilitas kesejahteraan hidup.
Ada beberapa contoh dari aplikasi sistem pakar (yang berhubungan dengan psikologi), antara lain  :
1.        ELIZA
Eliza adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program computer terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum (1967) di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis. Berikut ini adalah contoh percakapan antara Eliza dengan seorang klien:
Eliza: Hello. I am ELIZA. How can I help you? (Halo. Saya ELIZA. Bagaimana saya dapat membantu anda?)
Klien: My name is Kuncoro. (Nama saya adalah Kuncoro.)
Eliza: I have told you before, I do not care about names. (Saya sudah memberitahukan pada anda sebelumnya, saya tidak peduli tentang nama.
Klien: I don’t have any money. That’s my problem. (Saya tidak mempunyai uang. Itu adalah masalah saya.)
Eliza: Why do you say your problem? (Mengapa anda mengatakan masalah anda?)
Klien: Because you asked me. (Sebab kamu bertanya pada saya.)
Eliza: Do any other reasons not come to mind? Adakah alasan lain di pikiran anda?)
Klien: No.(Tidak ada.)
Eliza: You are being a bit negative. (Kamu sedang sedikit kurang baik.)
Klien: Why? (Mengapa?)
Eliza: Please go on. (Silahkan lanjutkan.)
Klien: OK. I am bankrupt. (OK. Saya sedang bangkrut.)
Eliza: How long have you been bankrupt? (Berapa lama Anda telah bangkrut?)
Klien: A year. (Satu tahun.)
Eliza: Please go on. (Silahkan lanjutkan.)
Klien: So, what should I do? (Maka, apa yang seharusnya saya lakukan?)
Eliza: Does that question interest you? (Apakah pertanyaan itu menarik perhatian bagi anda?)
Klien: Yes, how can I make big money? (Ya, bagaimana saya dapat memperoleh uang banyak?)
Eliza: You are sure? (Anda yakin?)
Klien: Of course I’m sure. (Tentu saja Saya yakin.)
2.        PARRY
Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid. Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang menginterviunya.
Psikiater: Why are you in the hospital? ( Mengapa anda berada di rumah sakit ini?)
Parry: I shouldn’t be here. (Saya tidak seharusnya berada disini)
Psikiater: Who brought you here? (Siapa yang membawa anda kemari?)
Parry: The police. (Polisi)
Psikiater: What trouble did you have with the police? (Masalah apa yang membuat anda berurusan dengan polisi?)
Parry: Cops don’t do their job. ( Polisi tidak melaksanakan tugas mereka)
Psikiater: What do they do instead? (Lantas, apa yang mereka lakukan?)
Parry: Cops arrest the wrong people. ( Polisi menangkap orang yang salah)
Psikiater: They arrest the right ones sometimes ( Terkadang mereka menangkap orang yang benar)
Parry: The law should get those Italian crooks. (Hukum harus menangkap penjahat Italia)
Psikiater: Are you Italian? ( Apakah anda orang Italia?)
Parry: My background is British but I was born in this country. ( Saya orang Inggris tapi saya lahir di Negara ini)
Psikiater: Do you know any Italian crooks? (Apakah anda mengenal penjahat Italia?)
Parry: I try to avoid the underworld. (Saya berusaha menghindari dunia penjahat.)
3.        NETTalk
NETTalk merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg (1987) yang melakukan konversi teks bahasa Inggris menjadi suara bicara manusia. Pembuatan NETTalk dimaksudkan untuk membangun model sederhana yang dapat menjelaskan kompleksitas tugas dari tingkat kognisi manusia.
Sistem ini bisa belajar membaca dengan bunyi keras. Stimulinya berupa rangkaian huruf tercetak, yang tersusun 26 abjad ditambah spasi. Responnya berupa bunyi yang menyerupai penuturan, terbentuk dari 55 fonem (bunyi ucapan) yang ada pada Abjad Fonetik Internasional. Pembuatan NETTalk dimaksudkan untuk membangun model sederhana yang dapat menjelaskan kompleksitas tugas dari tingkat kognisi manusia.

Sumber :
Solso, Robert L, dkk. (2009).  Psikologi Kognitif. Jakarta : Erlangga.
Hartono, J. (2005). Pengenalan Komputer. Jogjakarta : Penerbit Andi

Jumat, 19 Desember 2014

Tugas Softskill




Sistem Informasi Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma

Tugas III (Kelompok 2)

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

I.          Pengertian Dasar Sistem Informasi Manajemen
Istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Menurut Barry E.Cushing dalam Jogiyanto, 2005, sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari manusia dan sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk mengahasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. Sedangkan menurut Gordon B.Davis, 1985, sistem informasi manajemen adalah Suatu serapan teknologi baru kepada persoalan keorganisasian dalam pengolahan transaksi dan pemberian informasi bagi kepentingan keorganisasian.
Ruang lingkup SIM sebenarnya tertuang pada tiga kata pembentuknya, yaitu sistem, informasi, dan manajemen. Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Di dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan barang mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.
Informasi adalah hasil pemprosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang untuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Informasi bagi setiap elemen akan berbeda satu sama lain sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
Sedangkan Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut, yakni manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian atau pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Manajemen terdiri dari proses atau kegiatan yang dilakukan oleh pengelola perusahaan seperti merencanakan (menetapkan strategi, tujuan dan arah tindakan), mengorganisasikan, memprakarsai, mengkoordinir dan mengendalikan operasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

II.        Konsep Sistem Informasi Organisasional
Pengertian Organisasi adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang disusun dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Fungsi dari sistem informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia informasi, atau alat untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat berfungsi untuk menolong end user manajerial membangun senjata yang menggunakan teknologi sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat.
Sistem Informasi Manajemen atau SIM agar informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti karena sistem terlalu banyak data. Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting dan vital dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.Komputer bermanfaat untuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melaksanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.

III.       Peranan Sistem Informasi Manajeman Dalam Pemecahan Masalah
Digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.


Sumber:
Deni Darmawan, 2013, Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Rosda
http://www.geocities.com/agus_lecturer/manajemen/pengertian_manajemen.htm

http://terusbelajar.wordpress.com/2008/08/07/pengertian-teknologi/

Jumat, 31 Oktober 2014

Sistem Informasi Psikologi



Sistem Informasi Psikologi

Fakultas Psikologi

Universitas Gunadarma


Tugas II (Kelompok 2)

Lingkup Data
1.Piranti Data
Suatu sistem basis data memiliki ruang lingkup dalam pengoperasiannya, ruang lingkup ini mendukung sistem basis data untuk bekerja sesuai dengan kebutuhan kita. Perbedaan ruang  lingkup sebuah sistem basis data terlihat jelas melalui arsitektur basis data tersebut.

2. Penyimpanan Sekunder
Penyimpanan sekunder ( secondary storage) adalah sarana penyimpanan yang berada satu tingkat di bawah memori utama sebuah komputer dalam hirarki memori. Tidak seperti memori utama komputer, penyimpanan sekunder tidak memiliki hubungan langsung dengan prosesor melalui bus, sehingga harus melewati M/K.DASD (penyimpanan akses langsung) Cara mengorganisasikan data yang ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Penyimpanan komputer meliputi sejenis penyimpanan sekunder untuk melengkapi penyimpanan primer yang berada di dalam CPU (sentral processing Unit/ Unit Pengolah Sentral). Dua jenis penyimpanan sekunder yang utama adalah berurutan  dan akses langsung.
a.      SASD Penyimpanan berurutan (sequential storage)
adalah suatu organisasi atau penyusunan data pada suatu media penyimpanan yang terdiri dari satu catatan mengikuti catatan lainnya dalam suatu urutan tertentu. Misalnya, catatan pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Bila penyimpanan berurutan yang  digunakan, data pertama harus diolah pertama kali dan kemudian data kedua, dan seterusnya sampai akhir dari dokumen tersebut tercapai. SASD (penyimpanan berurutan) Suatu organisasi / penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari suatu catatan mengikuti satu catatan lain dalam suatu urutan tertentu. Contoh: pita magnetik yg digunakan untuk menyimpan data komputer memiliki bentuk fisik yang sama dengan pita audio.
b.      Penyimpanan akses langsung (direct access storage)
adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Unit perangkat keras yang memungkinkan hal ini disebut media penyimpan akses langsung (direct access storage device/ DASD). DASD memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam media penyimpanan.  Walau beberapa teknologi DASD telah dibuat, dan yang paling popular adalah piringan magnet. DASD dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan dan digunakan sebagai media input Contoh : Magnetik (floppy disk, hard disk). Removeable hard disk (Zip disk, Flash disk). Optical Disk.

3.Pemrosesan data
adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.
a.      Pemrosesan Batch
AdalahpPengumpulan transaksi dan pemrosesan semua sekaligus dalam batch. Kelemahan dari pemrosesan ini manajemen tidak selalu memiliki informasi mutakhir yang menggambarkan sistem fisik. Tujuan dari sistem ini adalah memperbarui tiga file master – persediaan, piutang, dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka secara harian, yang disebut siklus harian.
b.      Pemrosesan Online
Adalah pengolahan transaksi satu per satu, kadang saat terjadinya transaksi, karena pengolahan online berorientasi transaksi. Pengolahan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetic.
c.       Sistem Real Time
Adalah sistem yang mengendalikan sistem fisik, dimana sistem ini mengharuskan komputer berespon cepat pada sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari sistem online. Sistem online menyediakan sumber daya konseptual tersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik.


Sumber:
books.google.com/books?isbn=9790251041