Minggu, 13 Oktober 2013
Tugas Softskill
Nama : Indar Ardiniansyah
NPM : 18511172
Kelas : 3PA07
Tugas : Softskill Manajemen
Pembimbing : Ibu Nurul Huda
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
Assalamu'alaikum,
Kami mendapat tugas untuk untuk membuat biografi pribadi. Saya mencoba membuatnya walaupun dalam susunan kalimat yang sederhana. Semoga biografi ini bermanfaat bagi saya dan yang membacanya.
Nama lengkap saya Indar Ardiniansyah, sejak kecil orang memanggil saya Indar atau Ndah. Bogor menjadi tempat kelahiran saya tepatnya pada tanggal 1 Oktober 1973. Nama Indar di ambil dari tempat bapak saya bekerja yakni PT Indomilk Dairyville. Bapak saya bernama Dadi Sumardi dan ibu biasanya kami memanggilnya mamih bernama lengkap Iko Salsiah. Saya anak nomor dua dari enam bersaudara. Kakak sulung saya berjenis kelamin laki-laki, adik di bawah saya laki-laki juga dan anak nomor empat hingga nomor enam berkelamin perempuan. Jarak usia kami tidak terpaut jauh, rata-rata terpaut usia 2 tahun, kecuali nomor 5 dan 6 terpaut usia hampir 10 tahun. Kami merupakan keluarga muslim jadi agama yang kami anut adalah islam. Alamat rumah orangtua saya di jalan Menteng Kota Bogor.
Ketika berusia 5 tahun mamih memasukkan saya ke sekolah taman kanak kanak yang bernama TK Trisula Kota Bogor. Awalnya saya ikut-ikutan kakak yang bersekolah disana. Saya lulus TK dan melanjutkan ke SD Hutabarat pada tahun 1978. Pada tahun1985 melanjutkan sekolah menengah pertama di SMP PGRI 3 Bogor. Masa-masa SMP adalah masa yang paling berkesan karena saya memulai aktif berorganisasi sebagai ketua Palang Merah Remaja dan menjadi pemimpin regu obade pada perlombaan baris berbaris pada saat itu. Karena saya menyenangi hal-hal yang berbau sosial dan ekonomi maka saya melanjutkan ke sekolah menengah ekonomi atas pada tahun 1988, sekolahnya bernama SMEA GANESA. Dari TK hingga ke SMEA, saya mengenyam pendidikan di kota hujan Bogor. Selepas SMEA saya melanjutkan kuliah di Jakarta yakni di Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia, di ASMI saya mengambil ekstensi dan jurusannya sekretaris eksekutif.
Setelah lulus kuliah, pada tahun 1992 saya menikah dengan seorang pria bernama Anil Muzachir. Anil saat itu sudah bekerja di perusahaan swasta di Jakarta dan dia orang yang berhasil mencuri hati saya karena kemandirian dan penyayangnya kepada saya dan keluarga. Setelah menikah selama dua tahun kami tinggal di Bogor dan pada Tahun 1994 pindah ke Jakarta, nah pada saat di Jakarta inilah saya mencoba bekerja sebagai sekretaris direktur pada sebuah perusahaan jasa pengantat barang (forwarder) tetapi saya hanya setahun bekerja. Pada tahun pertama berumah tangga adalah tahap adaptasi karena suami saat itu memutuskan pindah kerja. Alhamdulillah pada tahun kedua berumah tangga suami dapat meneruskan pendidikan S2 serta dapat membeli sebidang tanah di Bogor dan tak lama kemudian kami mulai membangunnya. Ketika akhir pekan tiba kami memilih pulang ke Bogor karena kami lebih menyukai suasana pedesaan daripada perkotaan. Pada suatu kesempatan kami merasa kesepian karena belum adanya buah hati sehingga kami memutuskan menjadi orangtua angkat bagi anak tetangga kami yang bernama Rohimah, kala itu ia duduk dikelas 6 SD. Beberapa tahun kemudian kami menjadi orangtua angkat kembali bagi adik Rohimah yang bernama Rohidah. Saya dan suami seperti menemukan keluarga baru karena mengangkat orang lain untuk menjadi saudara. Baru pada tahun ke lima pernikahan tepatnya pada tanggal 4 Januari 1998 kami mempunyai putra berjenis kelamin laki-laki yang kami beri nama Taffy Azani, sekarang ia bersekolah di SMAN 1 Bogor kelas X MIPA 5. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 sekarang Rohimah sudah menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang di beri nama Muhammad Khoirul Maulidani, kami memanggilnya Dani. Dani sekarang berusia 8 bulan, dia menjadi penghibur di keluarga kami. Rohidah masih mnyelesaikan pendidikan S1 di bidang pendidikan anak usia dini karena harapannya ia lah yang akan meneruskan sekolah yang sudah ada dan mengabdi kepada lingkungan di sekitarnya.
Sejak tahun 1997 kami tinggal di suatu desa yang bernama desa Kotabatu kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor dengan ketinggian kurang lebih 650 meter dari permukaan laut sehingga cuacanya masih sangat sejuk dan banyak terdapat persawahan. Mata pencaharian utama penduduknya adalah sebagai buruh sandal dan buruh bangunan, sejak dahulu kecamatan Ciomas terkenal dengan sentra industri sandal. Pada tahun 2004 berdasarkan mufakat suami di angkat menjadi ketua Rukun Warga di tempat tinggal kami. Dengan peran saya sebagai ketua PKK RW, bersama beberapa ibu di lingkungan kami dengan itikad baik dan sukarela mendirikan pos pelayanan terpadu (posyandu) dan kami berikan nama posyandu Tulip. Dengan ilmu seadanya yang kami miliki, kami melayani warga yang mempunyai anak balita untuk di timbang, di ukur lingkar kepala dan di periksa kesehatannya. Kami prihatin melihat kondisi lingkungan karena anak-anak balitanya tidak mengenyam pendidikan pra SD. Orangtua mereka tidak mampu menyekolahkan ke TK karena tidak mempunyai biaya. Hingga mendorong kami membuat sekolah gratis. Di wilayah kami masih banyak orangtua yang belum memahami tentang pengasuhan anak maka pada awal bulan Februari 2009 kami mendirikan bina keluarga balita (BKB) dan pada 14 Februari 2009 PAUD berdiri di garasi rumah, dengan kekuatan yang ada kami menjalankan kegiatan ini. Syukur alhamdulillah pada bulan November 2009 kami mendapatkan pelatihan pendidikan selama dua minggu di Jakarta atas rekomendasi Pembina Luar Sekolah (PLS) tingkat kecamatan Ciomas. Dari 40 kecamatan yang ada di kabupaten Bogor terpilih 5 kecamatan yang mewakili yakni, Ciomas, Cibinong, Sukamakmur, Pamijahan dan Bojonggede. Semua kegiatan pelatihan tersebut di biayai oleh Bapenas lewat APBN yang di pilot project oleh Kementerian Pendidikan. Sangat banyak ilmu yang kami peroleh, dari pelatihan itu kami menjadi tahu bahwa posyandu, bina keluarga balita dan PAUD harus terintegrasi. Banyak manfaat yang kami petik hingga pada tahun 2011 kami mengikuti lomba bina keluarga balita mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional, akhirnya kami memenangkan lomba bina kelompok balita tingkat nasional. Banyak kunjungan dari luar daerah diantaranya kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Kaimana Papua, kabupaten Tanjung Jabung Barat, bahkan luar negeri datang ke lembaga kami yakni peserta konferensi anak usia dini tingkat Asia Pasifik yang terdiri dari 26 negara. Alhamdulillah saya sebagai pengelola kegiatan di undang untuk mengikuti hari Ibu serta bertemu dengan orang nomor 1 di Indonesia yakni bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Untuk menambah ilmu pengetahuan, saya dan kader-kader saling mengisi dalam menimba ilmu, pada tahun 2011 saya memutuskan untuk mengenyam pendidikan di fakultas psikologi universitas Gunadarma. Dua orang guru mengenyam pendidikan diploma 1 PAUD dan di teruskan ke jenjang S1 PAUD serta dua orang guru mengenyam pendidikan kesetaraan dan 1 orang guru telah menyelesaikan sarjana pendidikannya. Semua di dapat dari dermawan yang berbaik hati kepada kami. Untuk operasional PAUD kami menjalankan sistem subsidi silang, yakni orangtua yang mampu mensubsidi yang tidak mampu. O iya pada bulan Mei 2013 saya mendapat apresiasi dari Bupati Bogor bapak Rahmat Yasin berupa hadiah umroh, sebetulnya saya sangat berharap hadiah tersebut dapat di tukar dengan uang untuk menambah fasilitas lembaga kami dan sebagai insentif kader maupun guru. Saya sangat bahagia karena apa yang kami jalankan mendapat perhatian dari pemerintah walaupun dilapangan terdapat beberapa kendala seperti semangat kader yang pasang surut, kesadaran warga pun harus terus dibangun, pelatihan yang harus selalu di berikan kepada para kader. Harapannya semoga kami bertambah solid dan pelayanan kepada masyarakat terus berlanjut, hanya Allah SWT mengetahui keringat yang kami keluarkan dari tubuh kami setiap kali kami mengajar anak usia dini di sini dan Allah SWT jua yang akan membalasnya....aamiin yaa Rabbal alamiin. Masih banyak sebetulnya apa yang ingin saya ceritakan, insyaAllah akan saya sambung nanti.
Wassalamu'alakum.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar