TUGAS II PSIKOTERAPI
NAMA : INDAR ARDINIANSYAH
NPM : 18511172
KELAS : 3PA07
Perbedaan Antara Konseling dan Psikoterapi
Brammer & Shostrom (1977)
mengemukakan bahwa:
- Konseling ditandai oleh adanya terminology seperti: “educational, vocational. Supportive, situasional, problem solving, conscious awareness, normal, present-time dan short-term”.
- Sedangkan psikoterapi ditandai oleh: “supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and other severe emotional problems and long-term”.
Perbedaan konseling dan psikoterapi
disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson
& Rudolph (1983), sebagai berikut :
|
Konseling
|
Psikoterapi
|
|
Klien
|
Pasien
|
|
Gangguan yang kurang serius
|
Gangguan yang serius
|
|
Masalah: jabatan, pendidikan
|
Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
|
|
Berhubungan dengan pencegahan
|
Berhubungan dengan pencegahan
|
|
Lingkungan pendidikan dan non medis
|
Lingkungan
medis
|
|
Berhubungan dengan kesadaran
|
Berhubungan dengan ketidaksadaran
|
|
Metode pendidikan
|
Metode penyembuhan
|
TABEL TUJUAN-TUJUAN TERAPI
|
Terapi
Psikoanalitik
|
:
Membuat hal-hal yang tidak didasari menjadi didasari. Merekonstruksi
kepribadian dasar. Membantu klien dalam
menghidupkan kembali
pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak dini
dengan menembus
konflik-konflikyang direpresi. Kesadaran
intelektual.
|
|
Terapi
Eksistensial Humanistik
|
:
Menyajikan kondisi-kondisi untuk memaksimalkan kesadaran diri dan
pertumbuhan. Menghapus
penghambat-penghambat aktualitasasi
potensi pribadi. Membatu klien menemukan
dan menggunakan
kebebasanmemilih dengan memperluas
kesadaran diri. Membantu
klien agar bebas dan bertanggung jawab atas
arah kehidupannya
sendiri.
|
|
Terapi
Client-Centered
|
:
Menyediakan suatu iklim yang aman dan kondusif bagi eksplorasi diri
klien sehingga ia mampu menyadari
penghambat-penghambat
pertumbuhan dan aspek-aspek pengalaman diri
yang sebelumnya
diingkari atau didisiorsinya. Membantu
klien agar mampu bergerak ke
arah keterbukaan terhadap pengalaman serta
meningkatkan
spontanitas dan persaan hidup.
|
|
Terapi
Gestalt
|
:
Membuat klien untuk memperoleh kesadaran atas pengalaman dari
saat ke saatnya. Menentang klien agar
menerima tanggung jawab atas
pengambilan dukungan internal alih-alih
dukungan eksternal.
|
|
Analisis
Transaksional
|
:
Membatu klien agar bebas dari skenario, bebas dari permainan,
menjadi pribadi yang otonom yang sanggup
memilih ingin menjadi apa
dirinya. Membantu klien dalam menguji
putusan-putusan dini dan
membuat putusan-putusan baru berlandaskan
kesadaran.
|
|
Terapi
Tingkah laku
|
:
Menghapus pola-pola tingkah laku selain yang maladaptive dan
membantu klien dalam mempelajari pola-pola
tingkah laku yang
konstruktif. Mengubah tingkah laku.
Tujuan-tujuan spesifik dipilih oleh
klien. Tujuan-tujuan yang luas dipecah ke
dalam subtujuan-subtujuan
yang tepat.
|
|
Terapi
Rasional-Emotif
|
:
Menghapus pandangan hidup klien yang mengalahkan diri dan
membantu klien dalam memperoleh pandangan hidup
yang lebih
toleran dan rasional.
|
|
Terapi
Realitas
|
:
Membimbing klien ke arah mempelajari tingkah laku yang realistis dan
Bertanggung jawab serta mengembangkan
“identitas keberhasilan”.
Membantu klien dalam membuat
pertimbangan-pertimbangan nilai
tentang tingkah lakunya sendiri dan dalam
merencanakan tindakan
bagi perubahan.
|
Sumber :
Gerald, Corey. (2013). Teori dan Praktek Konseling &
Psikoterapi. Bandung: Penerbit PT Refika Aditama
http://books.google.co.id/books?id=-vjvjGDxJi4C&pg=PA85&lpg=PA85&dq=perbedaan+konseling+dan+psikoterapi&source=bl&ots=nxjsIdW13l&sig=XL1QNGSfjhb8KlLeTY1kY3nzqfY&hl=id&sa=X&ei=ESZmU-fuH4GHrAeLrYHgDA&redir_esc=y#v=onepage&q=perbedaan%20konseling%20dan%20psikoterapi&f=false
Tidak ada komentar:
Posting Komentar